bear-1272796_640

6 Alasan Kenapa Jogja Layak Dijuluki Kota Rindu

Sungguh, kamu tidak perlu repot-repot datang ke Jogja jika tak mau menanggung rindu seumur hidup. Selalu ada romantisme yang tiba-tiba saja hadir ketika menyebut nama kota ini. Jogja, Jogjakarta, Yogyakarta sebutlah yang kau suka. Yang ada di hati hanya sebuah kota yang masih dikelilingi kesederhanaan dan kenyamanan hati. Kota yang selalu menawarkan keramahan dan lepasnya penat serta sibuknya pikiran. Banyak jiwa-jiwa muda yang mendewasa di Jogja. Menemukan pengalaman mengesankan, kematangan diri dan kehidupan. kamu yang pernah tinggal cukup lama di Jogja, tak diragukan paham betul apa yang membuat Jogja layak dijuluki Kota Rindu.

Bahkan, yang hanya sempat mampir beberapa hari di Jogja, kita yakin kalian ingin segera mengunjungi tempat kami ini, lagi, dan lagi. Apa yang membuat kalian rindu?

1. Bagaimanapun, Angkringan layak ditempatkan di urutan teratas. Meski ekspansi angkringan mulai merambah, tapi di Jogja tetap istimewa. Cobalah nikmati malam di pinggir jalan dekat Stasiun Tugu, dimana banyak berjejer warung angkringan.
kopi joss2
Akan ada banyak cerita manis yang tidak akan terlupa bagi siapa yang telah menjajalnya. Menikmati kopi joss ditemani sate kerang, gorengan, dan nasi kucing andalan. Sepertinya sangat sederhana. Tapi bukankah yang kita cari adalah bahagia? Lalu jika sudah kau dapatkan itu, mau protes apalagi?

2. Tak heran ada yang sampai salah sebut Borobudur sebagai Malioboro, Jalanan 1 km itu memang magis.
Malioboro
Kalau ingat, beberapa waktu lalu seorang wisatawan salah sebut nama Borobudur dengan Malioboro. Malioboro, sudah terlanjur melekat di hati banyak orang. Tak heran jika jalanan yang hanya sepanjang 1 km ini memiliki daya magis yang menjadi sebuah keharusan bagi kalian yang berkunjung ke Jogja. Entah kenapa Malioboro memiliki daya tarik sebesar itu. Berjalan di trotoar, melihat sekitar yang dipenuhi andong, tukang becak, beberapa pengamen, dan warung-warung berjejer selalu menghasilkan sensasi tersendiri. Cinderamata, oleh-oleh, hingga barang antik bisa ditemukan disini tanpa takut kantong terkuras terlalu dalam.

3. Alun-alun Kidul yang romantis. Menaiki odong-odong dengan kerlap kerlip lampunya sambil tertawa dengan teman-teman atau berdua dengan yang istimewa, akan menjadikan Jogjamu semakin tak terlupakan.
Melangkahlah kedalam dan coba lewati ringin kurung (dua beringin kembar) yang tersohor itu. Ada dua hal yang akan kau dapatkan jika mencoba melewatinya. Kalau belum berhasil melewati dua beringin itu, minimal kau dapatkan tawa karena tak menyangka ternyata itu tidaklah semudah pandangan.

4. Semacet-macetnya Jogja, jarak Bandara sampai ke Godean itu tak tak akan memakan waktu 2 jam di jalan Saat ini, pembangunan mall dan hotel yang bertebaran di Jogja memang menjadi keresahan tersendiri. Kita takut Jogja kehilangan kesederhanaan dan kenyamanannya. Jogja ora Njogjani. Dan dalam kondisi macet sekalipun, perjalananmu dari ujung ring road timur ke ring road barat tak akan memakan waktu 2 jam.

Tak perlu khawatir tak bisa sampai ke pertemuan atau meeting penting dengan tepat waktu selagi kau hafal jalanan mana yang memerlukan waktu sedikit lama untuk melewati lampu merah. Apalagi sekarang ada sebuah layanan bernama Sepetak. Sebuah platfrom berbasis web yang lahir di Jogja untuk membantu kalian menemukan tempat berkumpul yang menarik di Jogja.

Kamu bisa memesan atau booking tempat terbaik untuk berkumpul, meeting, party, atau merayakan ulang tahun secara online melalui Sepetak.com. Sesuai motonya yaitu “cara tepat sewa tempat”, Sepetak juga akan menghadirkan aplikasi untuk iOS dan Android sesegera mungkin. Sepetak membantu para pemilik tempat untuk menyewakan space yang mereka miliki, dan membantu kalian yang ingin memesan tempat dengan mudah.

5. Kulinernya banyak, dan banyak yang murah pula.
sate
Uang 12 ribu rupiah di Jogja, sudah bisa mendapatkan soto dengan rasa yang maknyuss sekali. Bahkan, ada beberapa tempat yang menjual makanan dengan harga tak sampai 5 ribu rupiah dan cukup membuat kenyang. Mau dari kuliner jalanan sampai resto, harga di Jogja memang ga bikin kantong jebol.

6. Seberapa lama engkau pergi, suatu saat pasti ingin kembali. Tak sedikit orang-orang yang terlanjur jatuh cinta dengan Jogja, akhirnya memutuskan untuk menjadikan Jogja sebagai pelabuhan terakhirnya. Tapi bagi mereka yang meninggalkan Jogja untuk mendapatkan penghidupan baru, Jogja tetaplah tak terlupakan. Selalu ada waktu yang disempatkan untuk ‘pulang’. Seperti lagu Kla Project yang legendaris itu : “Ijinkanlah aku untuk slalu pulang lagi. Bila hati mulai sepi tanpa terobati” Kalau sudah begini, bagaimana bisa hati ini tidak merindukan Jogja?

Kolaborasi dengan ehloo.com

About the author

Ardhi Wiratama

Pemuda penyuka pokemon dan mbak-mbak berjilbab

View all posts