anak wayang indonesia

Anak Wayang Indonesia Sebagai Wadah Komunitas Anak

Jaman sekarang, ketertarikan generasi muda terhadap seni dan budaya cukup miris. Banyaknya kebudayaan dan seni yang dicuri oleh negara tetangga adalah dampak kurangnya kesukaan atau perhatian generasi muda terhadap seni dan budaya sebagai penerus serta pelestari. Untuk menjembatani hal tersebut bisa dengan komunitas. Dari komunitas, bisa didapat sekumpulan anak-anak atau generasi muda yang mau berkontribusi. Masalahnya, tidak ada komunitas bagi anak-anak yang bisa mengurus dan menaungi hal tersebut.

Anak Wayang Indonesia berdiri di Yogyakarta pada tanggal 10 November 1998 oleh beberapa anak muda yang tergerak untuk meyumbangkan kemampuannya memberi tambahan bagi kegiatan anak – anak di kampung urban.

Pada awal berdirinya Anak Wayang Indonesia hidup bersama anak kampung di wilayah Mergangsan Kidul Yogyakarta.

Pendekatan dengan prinsip “bermain adalah belajar dan belajar adalah bermain bagi anak” membuat mereka tertarik untuk selalu bermain ke sanggar. Proses ini dilakukan dengan beberapa pendekatan seperti teater, menggambar, berkunjung, menonton pentas, dll. Akhirnya anak – anak muda tadi  memutuskan untuk mengembangkan AWI dengan serius sebagai sebuah lembaga nirlaba (pada saat itu berbentuk yayasan).

Perubahan itu membawa Anak Wayang Indonesia untuk memperluas daerah dampingan ke beberapa kampung seperti Goren, Sentanan, Kajen, Tirto, Gedongan, Jeron Tabak, Sembungan (Bantul) pada tahap awal. Tahap selanjutnya, AWI melakukan program pendampingan di wilayah  Pakelrejo, Mergangsan , Juminahan dan Pendowo Bantul Yogyakarta. Pada perkembangannya, Yayasan Anak Wayang Indonesia membubarkan diri dan membentuk kembali dalam bentuk Lembaga Anak Wayang Indonesia. Kami disyahkan Notaris Giri Kusumo Hadi SH dengan akta no 06 (enam) tanggal 24 Juni 2009 sebagai Lembaga Anak Wayang Indonesia.

Visi :

“Mewujudkan komunitas ramah anak.”

Misi :

  • Memberdayakan potensi anak.
  • Advokasi kebijakan yang berpihak pada anak.
  • Kampanye komunitas ramah anak.

Saat ini Anak Wayang Indonesia mempunyai 3 wilayah pendampingan yaitu

  1. Kampung Juminahan
  2. Kampung Jagalan
  3. Kampung Ledok Tukangan

Ketiga kampung tersebut terletak bantaran sungai Code dan tepat di pusat kota Yogyakarta.

Tertarik ingin bergabung?

Ini media sosialnya :

Fans page Facebook Anak Wayang Indonesia

Grup Facebook Anak Wayang Indonesia

Titip salam yah dari youthyakarta.com

About the author

Abdul Aziz Muslim Alqudsy

View all posts