integrity day 1

Integrity Days 2016: Be A Voice, not Just an Echo

Suasana Pendopo PGSD Universitas Sanata Dharma malam itu bertambah seru ketika Mohamad Syafi’ Alielha atau yang akrab dipanggil Savic Ali, salah seorang pemrakarsa situs berbasis islami bernama islami.co menjelaskan latar belakangnya membuat situs ini, setelah sebelumnya dihibur oleh penampilan Komunitas Beringin Rimbun.

“islam.co”, tutur Mas Savic, “Dibuat sebagai sebuah tempat mencari referensi tentang bagaimana pandangan Agama Islam, pada khususnya, terhadap suatu peristiwa yang sedang terjadi di masyarakat dan sekaligus menghalau paham-
paham radikal yang santer digemborkan oleh situs-­situs yang mengatasnamakan agama.”

“Pada dasarnya banyak orang yang ingin mendebat paham­-paham radikal yang ada dan disebarkan dibeberapa situs tersebut, tetapi kebanyakan dari mereka tidak mempunyai bekal yang cukup sehingga tidak mampu mendebat”, imbuhnya ketika menjelaskan alasan membuat islami.co.

intergity day 2

Mas Savic Ali, yang dikenal juga sebagai seorang aktivis’98 dan aktif mengelola Website Nahdatul Ulama, yang hari itu, Sabtu 28 Mei 2016, hadir sebagai salah satu narasumber Talkshow Integrity Days 2016 yang diadakan oleh Campus Ministry Universitas Sanata Dharma, bertemakan Solidaritas di Era Informasi, menuturkan bahwa di era informasi dewasa ini terjadi perubahan yang signifikan yang dialami oleh orang muda dalam memenuhi ‘rasa haus’ akan keingintahuan mereka.
“Generasi sekarang itu terhubung secara virtual, tetapi tidak memiliki sebuah kedekatan yang kuat,” tuturnya. Maka dari itu pertemuan­pertemuan secara personal secara langsung masih dibutuhkan guna memperkuat kedekatan itu dan juga sekaligus memangkas pengaruh paham radikal yang masuk.

Disinggung tentang pemenuhan jawaban dari pencarian secara cepat, Romo Dominicus Donny Widiyarso, Pr yang hari itu duduk bersama Mas Savic, bertutur bahwa dalam Katolik semua hal harus sesuai dengan urutan hierarki gereja yang ada. “Semua harus nunggu Romo ngomong dulu.” Proses menunggu inilah yang mengilhami Romo Donny untuk membuat sebuah forum online dimana semua orang bisa dengan cepat mendapatkan jawaban dari pertanyaan­pertanyaan mereka. Romo Donny berpesan, “Jangan sampai sebagai orang muda, kita, kurang gaul karena kurang kontak. Mari kita mencoba keluar dari jalur yang ada untuk mengenal dunia luar. Untuk dapat melakukan hal ini memang diperlukan integritas yang tinggi dan keberanian yang tinggi. Namun, kalau tidak dicoba kita tidak akan mendapat apa­apa. Gereja itu bukan romo atau paroki, Gereja yang benar­benar hidup adalah gereja yang berisi orang­orang muda”, tegas beliau.

Selain forum­-forum diskusi online, Romo Donny juga mendorong anak­anak muda untuk aktif ikut serta dalam berdiskusi dan bersolidaritas tentang apapun dengan cara yang kreatif, seperti membuat komik, meme, dll.
“Kegiatan diskusi ini penting agar kita memiliki teman­teman seperjuangan,” Mas Savic menambahkan. Menurutnya, gerakan­ gerakan of line; tatap muka, demo, dan diskusi itu masih perlu dan penting untuk lebih bisa menguatkan rasa kedekatan,
“Sebagaimana yang berhasil ditunjukkan oleh Akademi Berbagi.” Baik Mas Savic maupun Romo Donny sepakat bahwa sebagai orang muda di tengah dunia digital yang terbuka sangat luas, kita harus ikut berpartisipasi mengekspresikan kebaikan apapun yang bisa kita lakukan untuk siapapun.

Be a part not just a follower. Be a voice not just an echo.

(Cahyo)

About the author

Ardhi Wiratama

Pemuda penyuka pokemon dan mbak-mbak berjilbab

View all posts