jagung gamping

Jagung Asal Gamping Kualitas Eksport

Petani Kalimanjung, Ambarketawang, Gamping, menggelar panen raya benih jagung bersama Monsanto Indonesia/PT Branita Sandhini, Kamis (4/12) pagi. Panen kali ini merupakan yang ke-3 sejak para petani mendapat binaan dan bantuan Monsanto Indonesia mulai 2012 lewat program kemitraan benih jagung. Hasil panen pun mencapai 9 ton/hektar. Tak heran bila Kalimanjung dikenal sebagai sumber benih jagung berkualitas ekspor.

Selama dalam pembinaan Monsanto Indonesia, volume panen jagung untuk benih ini terus meningkat setiap musim. Saat kemarau tiba, petani Kalimanjung pun tak lagi cemas. Lahan seluas 15 hektar di sana tetap produktif, terlebih sistem irigasi masih berjalan baik.

Sementara itu Ali Koesno HM SE, Koordinator Monsanto Indonesia/PT Branita Sandhini DIY sekaligus mitra langsung para petani menyampaikan, untuk dapat membudidayakan jagung ini, petani hanya bermodalkan lahan. Kemudian perawatan secara baik. Para petani diberi gratis benih jagung serta pinjaman pupuk. “Petani bertugas menggarap mulai dari tanam sampai panen. Proses itu membutuhkan waktu 110-115 hari. Hasil panen, kami beli dengan harga saat ini Rp 2.900 per kilogram,” jelas Ali Koesno.

Melihat hasil panen jagung di Kalimanjung yang terus meningkat, Hurhayati SP MA, Kepala UPT BP3K Wilayah II Godean-Gamping, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman berharap, berharap, bembinaan dan kemitraan bisa dilakukan Monsanto Indonesia dengan kelompok-kelompok petani lainnya. Dengan demikian diharapkan akan menggairahkan kehidupan para petani di seluruh DIY.

About the author

Abdul Aziz Muslim Alqudsy

View all posts