papermoon feature

Papermoon Jogja, Wayang Boneka yang Memiliki Pesan Moral

Boneka adalah lambang dunia anak. Ditangan sekumpulan teman-teman Papermoon Jogja, boneka ini bisa dijadikan sebagai pesan-pesan moral. Boneka ini berbeda dengan wayang golek dari segi bentuk dan cara memainkannya.

Papermoon Jogja merupakan komunitas pecinta boneka yang memainkan boneka-boneka mereka seperti adegan wayang dan setiap boneka dipegang oleh satu dalang. Komunitas ini banyak menceritakan kisah-kisah miris, penindasan, dan ketidak adilan, seperti contoh cerita G30SPKI dan kehidupan rakyat kecil dimasa Soeharto.

Komunitas ini sering dapat undangan untuk menggelar pertunjukan di luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika. Sayangnya di negeri sendiri, tiap pertunjukan dari komunitas Papermoon Jogja selalu di demo, seperti saat mereka menggelar pertunjukan di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Kata pendemo sih, karena bahan cerita yang dibawakan komunitas Papermoon Jogja terlalu provokatif dan konspirasi.

Padahal, seperti yang telah disebutkan diatas, “Boneka adalah lambang dunia anak”. Dunia anak adalah lambang kejujuran. Dan selalu ada ‘diri anak’ pada setiap ‘diri orang dewasa’. Kita merindukan dunia anak yang jujur dan simpel. Karena di dunia dewasa, kejujuran sudah menjadi barang yang tidak sederhana, di negeri yang membangun sejarah diatas banyak kebohongan dan penderitaan banyak nyawa dan tak mampu bicara.

Sedang serius ini.

Salut pada anak bangsa Iwan Effendi dan Ria, sang penggagas Papermoon Jogja. Dan semua kawan-kawan Papermoon yang kiprahnya telah mengharumkan nama Indonesia.

Terus berkarya untuk menyuarakan kebenaran hakiki!

Ini media sosialnya, jika ingin bergabung :

Fans Page Papermoon Indonesia

Twitter Papermoon Indonesia

Salam yah dari youthyakarta.com untuk teman-teman Papermoon Indonesia (Jogja)

About the author

Abdul Aziz Muslim Alqudsy

View all posts