TOPONIM

Toponim: Jembatan Merah Jogja

Jika kalian mendengar Jembatan Merah, pasti yang akan terbayang adalah kota Surabaya. Ya, memang Jembatan Merah yang terkenal berada di Surabaya.

Kawasan Jembatan Merah merupakan daerah perniagaan yang mulai berkembang sebagai akibat dari Perjanjian Paku Buwono II dari Mataram dengan VOC pada 11 November 1743. Dalam perjanjian itu sebagian daerah pantai utara, termasuk Surabaya, diserahkan penguasaannya kepada VOC. Sejak saat itulah Surabaya berada sepenuhnya dalam kekuasaan Belanda.  (Wikipedia)

Melihat dari fakta sejarah tersebut, ada kesamaan dengan Jembatan Merah yang berada di Jogja. Kenapa? Karena Jembatan Merah yang berada di Surabaya masih ada sangkut-pautnya dengan kerajaan Mataram.

Keletakan Jembatan Merah Jogja ini berada di atas aliran Sungai Pelang. Jembatan Merah di Jogja juga dikenal dengan nama lain, yakni Jembatan Merah Gejayan. Jembatan ini menghubungkan Dusun atau Kampung Prayan Kulon di sisi timur dan Pelemkecut di sisi baratnya. Kedua kampung tersebut secara administratif masuk dalam wilayah Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Menurut warga sekitar Jembatan, Jembatan ini telah ada sejak jaman Belanda saat Jalan Gejayan belum ramai seperti sekarang. Jadi, siapa yang tiap hari lewat Jembatan ini untuk motong jalan?

About the author

Penulis Bebas

View all posts