yayasan kampung halaman

Yayasan Kampung Halaman, Media Komunitas Remaja

Kami percaya bahwa REMAJA adalah anggota masyarakat terpenting dimanapun di dunia yang dapat menjamin terciptanya proses regenerasi di komunitas, April 2006.

Televisi dan film adalah media yang sangat efektif namun seringkali berdampak negatif karena diproduksi di tempat lain dan oleh orang lain dengan agenda tertentu (terutama agenda ekonomi). Tayangan tersebut seringkali mengaburkan dan menjauhkan penontonnya dari persoalan-persoalan hidup sehari-hari di komunitas tempat mereka berinteraksi, mempengaruhi kepekaan pada sekitarnya, sehingga mereka kehilangan ikatannya dengan kampung halaman tempat mereka tinggal, yang pada akhirnya membuat mereka seakan-akan tidak berdaya.

Kampung Halaman adalah organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 2006. Berbasis di Yogyakarta, Indonesia, kami bekerjasama dengan berbagai rekan di seluruh Indonesia untuk memperkuat peran remaja dan anak muda di komunitasnya masing-masing melalui media berbasis komunitas yang dilakukan secara partisipatif.

Dirintis oleh dua Antropolog, Dian Herdiany dan M. Zamzam Fauzannafi, Yayasan Kampung Halaman telah berkembang dan beregenerasi, dengan tujuan yang sama yaitu memfasilitasi remaja dan anak muda berusia 13-25, dengan keterampilan, kreativitas dan penguasaan media (video, musik, teks, foto) untuk memunculkan suara dan sikap tentang isu-isu yang mereka dan komunitasnya anggap penting. Sebuah proses penting untuk membuka adanya dialog dengan publik yang lebih luas dan mendorong terciptanya perubahan yang lebih baik. “Kami tidak bekerja dengan video, kami bekerja dengan manusia. Video membantu kami untuk memfasilitasi penyampaian pesan dan pencarian solusi yang mungkin dilakukan oleh pembuat video itu sendiri dan masyarakat yang lebih luas,” kata M. Zamzam Fauzannafi, salah satu pendiri.

About the author

Abdul Aziz Muslim Alqudsy

View all posts